Posted by: Yosni Herin | March 13, 2010

PSSI Harus Diurus Ahlinya

PSSI Harus Diurus Ahlinya

Mengenang kisah perjuangan tim nasional sepak bola Indonesia di masa lalu era ‘70 hingga ‘80-an, pencinta sepak bola Indonesia pasti memberikan acungan jempol dengan performa mereka. Diperkuat para legenda saat itu, tim Merah Putih mengaum hingga menjadi tim menakutkan di Asia.

Dari Asian Games hingga Pra Olimpiade, timnas begitu berjaya. Di masa itu, pasukan Garuda bahkan meladeni klub-klub besar dari Eropa, mulai dari Manchester United, Benfica, hingga Ajax Amsterdam, tanpa gentar.

Namun itu semua tinggal kenangan. Timnas saat ini jauh berbeda dengan kekuatan era itu. Setahun ini saja, para penggemar fanatis sepak bola Indonesia bahkan dibuat terhenyak dengan torehan buruk prestasi timnas. Dari junior hingga senior, para penonton terus-terusan dibuat kecewa. Kecewa karena rentetan kegagalan terus menghiasi.

Setelah timnas U-19 tersingkir di Pra Piala Asia (PPA), seniornya juga mengikuti gagal di PPA 2011. Tak cukup sampai di situ, U-23 yang diharapkan meraih emas di SEA Games, akhir Desember lalu, bahkan lebih memalukan lagi. Secara menyakitkan, mereka takluk dari Laos, negara miskin yang selama ini tak pernah mengalahkan Indonesia. Akibatnya, timnas U-23 harus pulang lebih awal dari kontingen Indonesia lainnya.

Melihat kondisi ini, mantan pemain timnas Sutan Harhara begitu cemas. Satu-satunya jalan, menurutnya, hanya dengan perubahan semata. PSSI harus dibongkar hingga akar-akarnya agar pembinaan dan sepak bola Indonesia membaik.

“Organisasi yang sehat itu penting. Tak hanya pemain yang harus bagus, tapi organisasi juga. Jangan sampai hanya jadi regulator tanpa membuat perubahan signifikan,” tegas Sutan kepada Koran Jakarta, Jumat (12/3).

Perubahan organisasi berarti juga harus diikuti dengan munculnya figur pemimpin baru yang dapat membuat konsep-konsep lebih bagus dibandingkan rezim lama. Selain itu, harus memiliki terobosan-terobosan baru agar timnas dapat kembali bersaing.

Inilah yang tidak dimiliki Ketua Umum Nurdin Halid yang saat ini memimpin bersama para pengurus lainnya. Bahkan, wakil pengurus suporter Persebaya Surabaya, Bonek Merah Putih (BMP) Pambudi Wiratama mengibaratkan PSSI saat ini seperti layaknya “kolam kotor”, sehingga apa pun yang masuk ke dalamnya, seperti pemain yang cemerlang di klub, akan hancur.

“Bayangkan saja di dunia ini, hanya PSSI yang memiliki Ketua Umum seorang narapidana (2006-2008). Di negara lain, itu tidak ada. Padahal, statuta FIFA jelas-jelas melarang,” tutur Pambudi.

Pengurus PSSI saat ini juga dianggap tak memiliki iktikad baik. Seharusnya, sebagai organisasi olah raga, niat para pengurus lebih karena ingin memajukan prestasi dan bukan karena mencari uang semata. “Saya harap, jika ada pergantian para pengurus PSSI tidak mencari hidup di sana. Pikirkan prestasi, bukan cari duit,” tegas Pambudi.

Untuk menanggulangi masalah ini, PSSI seharusnya diserahkan pada ahlinya. Orang-orang berkualitas yang memiliki kemampuan untuk dapat memberikan kemajuan dunia sepak bola.

The Jakmania yang diwakili Ketua Harian Larico Rangga Mone bahkan berani menyebut Sutiyoso menjadi figur yang tepat sebagai Ketua PSSI. “Bang Yos pernah memimpin Jakarta dan berhasil, begitu juga saat ia memimpin PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia), mungkin dia yang tepat. Bagaimana pun PSSI harus diserahkan pada ahlinya,” ucap Rico. (tya marenka/S-1)


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: