Posted by: Yosni Herin | March 9, 2010

Perpanjangan Bandara Gewayan Rp11,3 Miliar

PERPANJANGAN BANDARA GEWAYAN TANAH RP11,3 M
Written by Rollit    Wednesday, 04 November 2009 12:33
Pemerintah pusat telah menyetujui alokasi anggaran senilai Rp11,3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Gewayan Tanah di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari 900 menjadi 1200 meter.

Kupang, 4/11 (Antara/FINROLL News) – Pemerintah pusat telah menyetujui alokasi anggaran senilai Rp11,3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Gewayan Tanah di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari 900 menjadi 1200 meter.

Dana tersebut dibagi dalam dua tahap yakni tahap pertama untuk pengerjaan pemotongan dan pengurukan tanah dengan dana sekitar Rp6,3 miliar yang dikerjakan mulai tahun 2009 ini, kata Wakil Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, di Kupang, Rabu.

Sementara untuk pengerjaan landasan pacu dengan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar, akan dilakukan pada tahun 2010 mendatang dan diharapkan paling lambat Juli atau Agustus 2010 sudah bisa selesai.

Perluasan landasan pacu, kata Wabub Laga Doni, selain agar bisa didarati pesawat jenis F-50 dengan kapasitas penumpang sekitar 50 orang, juga sekaligus menjawab tuntutan manajemen PT TransNusa Air Service yang menghentikan penerbangan dari dan ke wilayah paling Timur Pulau Flores itu, karena alasan landasan pacu terlalu pendek.

Perusahan swasta yang melayani penerbangan antarpulau di NTT itu merasa rugi karena penerbangan Larantuka-Kupang tidak bisa mengangkut penumpang dan bagasi sesuai dengan kapasitas angkut pesawat akibat landasan pacu bandara tersebut terlalu pendek.

Penumpang yang bisa diangkut dari Larantuka menuju Kupang paling banyak sekitar 28 orang dari kapasitas sekitar 50 orang, padahal permintaan dari para pengguna jasa penerbangan dari daerah itu sangat tinggi.

Akibatnya, banyak sekali penumpang baik dari Kabupaten Lembata dan Larantuka, Flores Timur terpaksa harus terbang melalui Bandara Waioti di Maumere, Kabupaten Sikka, dengan mengeluarkan biaya tambahan Rp500 ribu untuk ongkos kendaraan darat sejauh sekitar 130 km dengan lama perjalanan sekitar 3,5 jam.

Wabub menambahkan, jika para pengguna jasa penerbangan harus berangkat melalui Bandara Waioti di Maumere, di Sikka, maka harus mengeluarkan biaya tambahan, selain membutuhkan waktu perjalanan yang cukup lama dan melelahkan karena jalan yang menghubungkan Flores bagian Timur menuju arah barat Pulau Flores berkelok-kelok.

Karena itu, dia berharap mulai tahun depan, jadwal penerbangan dari dan ke daerah itu baik dilakukan oleh Merpati Nusantara Airlines maupun TransNusa Air Service sudah bisa normal kembali untuk melayani masyarakat dari dan ke daerah itu. (B.017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: